Sunday, January 10, 2010

Tempurung Hitam


Tempurung hitam menutupi ruang ini seakan dunia sudah aku gapai. ternyata hanya ruang kecil, setelah aku coba untuk memberanikan diri seperti apakah matahari dan dunia luar??? Ternyata adalah sesosok gumpalan penderitaan yang harus aku jalani dan kesedihan yang harus di tangisi, dan aku ingin kembali ke tempurung kecilku, tapi apa daya arah dan jalannya ternyata sudah berbeda.

Di sini seolah olah hidup dan kebahagianku di ambil dengan paksa, bahkan aku memberinya dengan terpaksa , untuk apa……???? Hanya untuk gumpalan kecil yang membuatku terluka dan tak terobati yang harus kusesalkan atau harus kubanggakan dan kunikmati. Aku coba berjalan keluar dan berkumpul dengan penghuni alam yang begitu terang ini dan sangat besar. Kekejaman kesedihan ketidak adilan iri dengki perbedaan semua aku dengar dari pendengaranku yang belum mampu menerimanya……siapa aku ini kenapa aku harus berada disini hanya untuk melihat orang yang membuatku gelisah dan ingin pergi, tapi pergi kemana aku hanya debu kecil yang lengket di tembok berlumpur.

Aku hanya mendengarkan, membaca merenungi banyak istilah yang ternyata tidak mungkin aku dapatkan dan aku rasakan yang pada akhirnya berujung pada harta kecilku yang selalau menemani kebusukan dan keseharianku dia adalah air mata, tapi kadang air mataku juga mengandung makna yang terkadang berupa kegembiran………aku berani menyebutnya kegembiraan disaat air mataku keluar untuk sesuatu yang membuatku tertawa. Di saat aku tertawa dari kejauhan aku mendengar suaraku tapi bukan suaraku. Aku kira aku sedang termenung tapi setelah kudekati ternyata itu sesosok nyata yang sama denganku….akupun mulai membagi semua kepadanya sedih senang………disaat angin membawa kita bertemu,,, tapi terkadang dan bahkan bisa di bilang sering..angin memisahkan kita lagi….

Kembali aku berjalan sendiri di jalan yang berlumpur dengan menoleh kanan kiri melihat orang-orang yang berbaju rapi dan berteduh di istana yang berkilauan senyum dan kebahagian…sedangkan di luar sana dan tak terlihat ternyata ada aku yang kotor dan tak berbusana.

Aku tak tau kemana aku harus berlingdung???? Apakah ke istana itu tapi kakiku kotor berlumpur pekat. Nampaknya aku harus pergi ke tempat pesta kembang yang dari kejauhan terlihat kerlap kerlip cahayanya menyaingi gemercik nur bintang dan bulan…tapi aku tak berbusana………mungkin sudah seharusnya aku hanya di sini berlindung dan berdetuh di bawah daun tua yang sudah kering dan terjatuh………

Sejenak angin begitu kencang bertiup dan memutar-mutar daun keringku disertai gerimis hujan yang agak membuat badanku basah dan kedinginan, Tuhan malangnya nasibku ingin tempat berlindungpun rasanya sulit sekali aku dapatkan, tapi bagaimana tidak sulit semua sudah ada yang punya seakan-akan sbagai penjagapun aku tak berarti.

Hari kian aku jalani dengan berbagai irisan kalbu yang tak henti-hentinya menjahatiku….sejenak aku berpikir dan beragan andai aku jadi mereka, tapi sesempat aku mencoba untuk jadi mereka. Tapi apa daya tangan tidak sampai maksud hati memeluk gunung mencium sang rembulan . tapi apa yang kudapat setelah aku coba seperti mereka……..hanya usang sahaja.

Kaki gemetar tangan tak mampu mengayun mata hanya terpejam dn ku merebah terlendang dengan desis nafas yang hangat. Hatiku sedikit riang senyumku sudah mulai menampakkan gigi-gigi jagungku ketika kulihat rembulan senja sesempat berkata padaku “aku sengaja keluar mendahului malam hanya untuk meringan kan dan menemani kesedihanmu, sekarang bangunah menarilah walau haus dahaga kamu rasakan”, aku bangun merapatkan kakiku membusungkan dadaku dan mulai menaikkan tangan dan merasakan jemari jemari tanganku yang seakan mau bergerak sendiri.akuoun sungguh tak menyangka tiba-tiba satu persatu binatang mengeluarkan irama merdu yang seakan akan mengiringi tarianku.

Tapi kesenangan itu hanyalah sekejap karena sang malam yang gelap dan tak mau kompromi menyergapku dalam sepinya.aku sendiri..aku dimana…aku lapar…haus…..mana teman ku. Aku duduk diam termenung dan aku ingin pulang

Pulang…..ingin aku pulang memanjat waktu, menyisir dan menepi kembali ke gubuk kecilku wahai tempurung hitamku yang mungkin sekarang sudah rapuh dan terinjak sandal emas.


By:
My Best Friend
Jox's

Happy New Year

Rasanya sudah lama sekali aku tidak menulis lagi disini.. walau sebenarnya banyak sekali cerita itu silih berganti, tapi ingin ku akhiri cerita tentang dia disini..

kini untuk seorang sahabat karibku..

aku menggapai seribucerita itu,
ku usap debu di wajahnya,
kubuka.. kubaca...
dan kutulis smua cerita...

Tak terasa Tahun telah berganti, Tahun yang lama telah berlalu
banyak yg ku kenang dalam hati dalam tahun yang lama..
dan banyak harapan di tahun ini..
Semoga di Tahun ini lebih baik dari Tahun yang lalu..

Happy New Year 2010 Dunia...

Friday, June 19, 2009

Mysterious girl



Anonymous face is always presents in my dream
Like to tease at each time I am sleeping
Made me wondering
Who are you girl?

Each time I closed my eye
It is always you who present
Every time I dissolve in a dream
You are who the first smiling at me

Who are you girl?
If you are really there
I'm going to look for,
Even if it's in outlying place of the world
Not matter whatever you are

Please come mysterious girl..
Please fill my emptiness heart
Please come mysterious girl..

Monday, June 8, 2009

June 6 years ago

imes is keep changing every mili second, without I am aware, now is june again that mean 6 year has been passed by. During that times, I have ever tried hundreds of time to forget all that ever happen. forget all the day, when I always call you three times every day.
But do you know, my head is keep rolling with that memory, and it is just keep getting stronger. Its keep coming every day..., each week..., each month..., each june at every year.
although once in a while you ever come between that day, but every the time, you also will go off hand. Not matter what I have said, No matter how I try to let you know, you never care even just for once.
and now 6 years has been passed, is it possible that you still to remember?
the day in june 6 years ago?

Wednesday, May 27, 2009

elewati jalan raya puputan yang penuh dengan pohon pohon yang rindang hingga sampai di sbuah perempatan jalan, aku selalu menyepatkan mengarahkan pandangan ku ke sebuah bangunan gedung di sudut perempatan jalan itu. Sebuah gedung tinggi dengan derertan huruf berwarna biru. PT. Telkom Kandatel Denpasar. dan sesuatu jauh di alam pikiranku akan datang secara tiba tiba entah dari mana.
Ini adalah kesekian kalinya semua memory itu seperti bangkit dari masa lalu. Dan setiap kalinya itu juga selalu berusaha untuk ku simpan kembali tanpa harus ada yang tercecer. Tak satupun aku ingin semua memory itu tercecer. Aku mengerti semua yang telah lalu harus aku simpan dalam sebuah kotak virtual yang disebut dengan 'kenangan'.

Aku menyandarkan kepalaku di kursi. Demi mengatasi kelemahan ku, ku tulis semua memory itu sebagai sebuah cerita masa lalu.
Tapi setiap kali kenangan itu datang, kamu juga akan hadir. Dan seperti aku tak pernah terluka atau kecewa, aku akan selalu menyambut penuh harap. Kamu hadir seperti baru datang dari alam masa laluku dan kembali dengan membawa seribu kesejukan untuk hati yang gersang. Setiap kali itu pula kamu akan mengatakan satu kalimat dengan lembut, "Please forgive me".
Aku tak pernah mengerti tentang itu. Kenapa "Please forgive me?", forgive untuk salah yang mana? kmu g pernah salah apa apa, jikalaupun ada yang salah itu pasti aku, karena seandainya semua rasa itu tak ada dan tak pernah ada, maka luka itu pun juga tak kan pernah ada. Atau sekalipun mengecewakan dan membiarkan perasaan dan kerinduan ini berjalan sepihak itu adalah sebuah kesalahan, dan telah dimaafkan, mungkinkah yang telah membuat kecewa itu akan direvisi sehingga kerinduan itu tak harus berjalan sepihak dan tak perlu ada luka? tapi sekarang kurasa semua sangat tidak mungkin demi mengingat kamupun sdah tdk sendiri lagi, atau mungkin aku memang sok tahu, he.he... entahlah...

Salah padamu itu tak pernah ada wick, sehingga setiap kali kata itu terucap, aku tak pernah menemukan sesuatu yang harus dimaafkan, karena setelah kata itu, kamu pun akan menghilang lagi bersama mimpi...
Atau mungkin memang sebenarnya kamu gak pernah hadir dan gak akan pernah hadir, Semua yang ada hanyalah fantasy ku saja. Bahwa semua cerita yang kemarin pun hanyalah sebuah fantasy yang aku ciptakan sendiri. Iya bahkan selama bertahun tahun ini kita tidak pernah bertemu. Bertemu adalah untuk sesuatu hal yang sangat penting dan itu pun hanya sebentar. Dan sekarang semuanya sudah tak ada..

aku menghela nafas panjang... meski takkan pernah mampu menghalau himpitan yang terasa semakin berat di rongga dada.
dan bayang bayang itu pun masih terus mengalir, berganti ganti berlari hari ke hari di masa lalu dan menciptakan lagi fantasy yang lain, yang akan selalu kunikmati dalam kesendirian yang panjang, entah sampai kapan....



When ever sang my songs,
On the stage, on my own
When ever said my words,
Wishing they would be heard
I saw you smiling at me,
Was it real, or just my fantasy?
You'd always be there in the corner,
Of this tiny little bar...

My last night here for you,
Same old songs, just once more
My last night here with you?
Maybe yes, maybe no
I kind of liked it your way,
How you shyly placed your eyes on me
Oh, did you ever know?
That I had mine on you...

Darling, so there you are,
With that look on your face,
As if you're never hurt,
As if you're never down
Shall I be the one for you
Who pinches you softly, but sure,
If frown is shown then
I will know that you are no dreamer

So let me come to you,
Close as I want to be,
Close enough for me
To feel your heart beating fast,
And stay there as I whisper,
How I loved your peaceful eyes on me
Did you ever know?
That I had mine on you...

Darling, so share with me
Your love if you have enough,
Your tears if you're holding back,
Or pain if that's what it is
How can I let you know
I'm more than the dress and the voice,
Just reach me out then
You will know that you're not dreaming

Darling, so there you are,
With that look on your face,
As if you're never hurt,
As if you're never down
Shall I be the one for you
Who pinches you softly, but sure,
If frown is shown then
I will know you are no dreamer...

Tuesday, May 26, 2009


Come on darling
Come on look in to the star and the moon
They shine brightly
In your sky
In my sky
And that.. was our sky

Come on darling
Come on look in to the star and the moon
They smile sweetly
For you
For me.
And that.. was our smile

Come on darling
Come on recall
Although everything has been nothing

Sunday, May 24, 2009


"Besok sahabat ku berangkat ke jakarta. Rasanya baru kemarin dia merengek memohon padaku agar dibantu mencari pekerjaan di Denpasar. Pekerjaan apa saja dia mau. Dia ingin sekali kerja di Denpasar bersama ku. Tapi aku sudah berusaha sekuat aku bisa dengan segala keterbatasanku. Aku bukan siapa siapa disini, aku juga kerja sama orang disini. Bahkan aku sampai minta bantuan mu kan Wick, untuk cari informasi lowongan kerja di restourant karena dulu waktu di Karangasem, dia kerja di sebuah restourant di Candi Dasa. Setidaknya dia punya sedikit pengalaman tentang itu. Ach.. tapi mungkin kamu sudah lupa wick.
Beberapa kali dia kuberikan info yg ku dapat dari mu, tak satupun lamaran nya lolos. Tapi akhirnya, dia mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan Cargo di jl.cargo permai Denpasar, walau masih berstatus tenaga kontrak. Aku bangga dan sekaligus malu pada Riksa sahabatku itu, karna aku gak mampu mlakukan apa apa untuk membantunya. Dan saat dia bekerja disana pun, sangat amat jarang aku bisa mengunjunginya. Waktu adalah harga mati yang selalu harus ku bayar tunai. Jatah 24 jam dalam sehari tak pernah bisa ku sisakan untuk sekedar mengunjunginya.
Dan tak terasa hari hari berlalu, besok dia harus berangkat ke jakarta untuk pekerjaannya yang baru, tapi kenapa aku malah sedih ya?"

iya,, aku bisa ngerasain kok, tapi itu kan udah jadi pilihannya, mudah mudahan itu yang terbaik untuk masa depannya, emang dia krj apa dsna??

Sebenarnya masih kerjaan yang sama dari perushaan yang sama. Cuma project di Denpasar sudah selesai dan kontrak kerjanya juga sudah berakhir. Dan dia cuma ada dua pilihan, memperpanjang kontrak untuk project di Cikarang atau berenti sampai disitu dan cari kerjaan lain. Waktu itu sekali lagi dia memohon padaku untuk dicarikan pekerjaan lain di Denpasar, tapi hasilnya aku tetap tak mampu melakukan apa apa, aku merasa tak berguna.... dia akhirnya memutuskan untuk memperpanjang kontraknya. dan artinya, jarak antara kami sudah akan semakin jauh..

"Teknologi kan udah canggih Di, bisa komuniksi kapan aja"

Iya aku tahu, sekalipun kami ga akan bertemu lagi sampai tahun tahun nanti, kami masih tetap bisa berkomunikasi. Tapi bisa bersama sahabat saat sedih atau senang adalah sesuatu yang gak bisa digantikan oleh alat alat hasil teknologi canggih sekalipun.

"Tapi kalian cowk, suatu hari dia akan pulang juga kan? bagaimana dengan ku. aku juga punya sahabat, habis Hari Raya Galungan ini dia menikah dan ikut suaminya ke lombok. kami gak akan bertemu lagi"

hh..h iya, kadang aku berfikir, hidup cewk itu unik kayak metamorphosa. Saat sudah waktunya, hidupnya akan berganti kpada lingkungan yg mungkin akan benar benar baru. Kamu nanti jga begitu kan wick? aku tahu hari itu akan datang, cuma aku gak tahu kapan. yang ku tahu saat hari itu datang semua mimpiku harus sudah benar benar ku akhiri.... hiks.. hidupku menyedihkan ya...

Kamu dari tadi hiks2 trus.., ya d nanti klu ak mar'id ak ga kasi undngan .., klo u mar'id ak diundang ga?

Ntahlah wick, mungkin juga enggak. But Thanks wick, thanks for those all storry.

Sampai disini jari tangan ku berhenti mengetik. aku pandangi kursor yang berkedip di layar laptop ku. Aku tak sanggup membayangkan saat hari itu datang. Aku manusia bodoh. Kenapa juga aku menunggu sampai hari itu datang dan membiarkan ruang ruang dalam hati ku kosong dan hanya terisi bayangan byangan semu... entahlah....